Kerajinan Perak dan Songket Koto Gadang, Kab. Agam, Sumbar


Koto Gadang merupakan sebuah Kenagarian (desa) di Kabupaten Agam yang melahirkan banyak tokoh-tokoh nasional, mulai dari politikus, ilmuwan hingga sastrawan. Pernah pada suatu waktu mantan Presiden Soekarno datang ke Koto Gadang dan berujar, “Koto Gadang, kotanya kecil, tetapi hatinya gadang (besar)”.

Koto Gadang terkenal dengan pusat kerajinan perak dan songket Minang. Bahkan sejak masa penjajahan Belanda, kerajianan perak dan songket Koto Gadang sudah berkembang dengan pesat. Ketika itu, hasil kerajinan Koto Gadang sering dibeli oleh istri para pejabat Belanda yang bertugas di Bukittinggi. Para istri tersebut membeli kerajinan utuk dipakai dan bahkan ada juga yang dibawa pulang ke negeri asal mereka sebagai oleh-oleh.

Saat ini, peminat hasil kerajinan Kota Gadang tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga yang berasal dari luar negeri. Tentunya hal ini menjadi aset berharga daerah yang mesti dijaga dan diperhatikan agar pengunjung terus berdatangan.

Keistimewaan

Sejak tahun 1911 kerajinan perak dan songket Koto Gadang telah memiliki “brand image” yang dikenal di dunia dan selalu menjadi incaran wisatawan mancanegara yang berkunjung ke kota ini.

Motif kerajinan perak Koto Gadang dibuat dalam berbagai bentuk seperti perhiasan, aneka macam aksesori pakaian, aneka pajangan hingga miniatur rumah adat tradisional Minang. Perak Koto Gadang memiliki motif yang halus, warnanya tidak mengkilat, dengan kesan seperti doff dalam nuansa putih susu yang elegan. Ringan dan elok, bila dipadukan dengan songket Koto Gadang yang indah dan halus, cocok untuk menghadiri acara-acara resmi dan pesta.

Lokasi

Koto Gadang merupakan sebuah Nagari yang terletak di Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia.

Akses

Untuk mencapai lokasi, para wisatawan dapat menempuh menggunakan jalur darat. Dari Kota Padang ke Bukittinggi, perjalanan dapat ditempuh selama lebih kurang 2 jam dengan menggunakan angkutan umum, dengan ongkos Rp 15.000-Rp 20.000 per orang (Februari 2008). Setelah sampai di Kota Bukittinggi, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan angkutan pedesaan ke Kenagarian Koto Gadang yang berjarak lebih kurang 10 km dari Kota Bukittinggi. Untuk mengantisipasi supaya tidak berganti-ganti mobil, para wisatawan dianjurkan untuk menggunakan jasa travel, mobil pribadi atau mobil sewaan yang bisa langsung menuju lokasi objek wisata.

Akomodasi

Bagi para wisatawan dari luar kota yang ingin berlama-lama dapat menginap di hotel yang banyak terdapat di kota Bukittinggi. Di samping itu, di sepanjang jalan menuju Koto Gadang terdapat banyak rumah makan dan restoran yang menyajikan aneka masakan Padang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s