Museum Negeri Adityawarman Sumatera Barat


Museum Adityawarman adalah salah satu museum yang ada di Kota Padang, beralamat Jl. Diponegoro No.10 Padang

MUSEUM ADITYAWARMAN

  1. Latar Belakang dan Sejarah Museum Adityawarman

Museum Adityawarman dibangun dengan kesadaran perlunya sebuah wadah pemeliharaan warisan budaya di Sumatera Barat sebagai salah satu usaha untuk membendung mengalirnya benda – benda warisan budaya daerah ini keluar negeri. Dalam rangkaian kegiatan usaha penyelamatan benda – benda warisan budaya tersebut maka Kepala Perwakilan ( sekarang Kakanwil ) Departemen P dan K Provinsi Sumatera Barat Bapak Amir Ali, menyampaikan hasrat dari Gubernur Provinsi Sumatera Barat yang waktu itu dijabat Bapak Harun Zain agar segera membangun “ Balai Kebudayaan Minangkabau “ yang akhirnya ditanggapi oleh Direktorat Permuseuman sebagai arti untuk membangun sebuah museum regional.

Setelah disepakati bahwa di Sumatera Barat akan dibangun sebuah museum regional yang dibangun di ibukota provinsi maka oleh Pemerintah Daerah Tingkat II ditunjuklah lapangan tugu sebagai lokasi pendirian museum provinsi tersebut. Pembangunan museum waktu itu diiringi dengan instruksi Gubernur Kepala Daerah Tingkat I bahwa prinsip dasar bangunan haruslah bercirikan bangunan tradisional. Sehingga dibuatlah sebuah museum dengan arsitektur tradisional Minangkabau yaitu Rumah Gadang yang disesuaikan dengan standarnisasi sebuah museum. Upaya pembangunan museum dengan arsitektur tradisional ini adalah upaya menggugah masyarakat tentang tingginya nilai bangunan tradisional warisan budaya bangsa yang harus dipertahankan.

Pembangunan museum ini berada di areal lebih kurang 2,6 hektar dengan luas bangunannya sekarang adalah 2.854,8 m2, beralamat di Jl. Diponegoro No.10 Padang

 

Pembangunan museum ini mulanya dianggarkan pada tahun anggaran 1974/1975. Dan diresmikan pemakainnya pada tanggal 16 Maret 1977 oleh Prof. Dr. Syarif Thayeb ( pada waktu itu beliau menjabat sebagai Menteri P dan K  R.I ) dan sejak diresmikannya itu maka museum ini telah dapat menjalankan tugas dan fungsi secara bertahap sampai saat ini sehingga menjadi museum kebanggaan masyarakat Sumatera Barat

 

Selanjutnya museum ini diberi nama MUSEUM NEGERI ADITYAWARMAN SUMATERA BARAT berdasarkan Surat Keputusan Menteri P dan K No.093/0/1979 tanggal 28 Mei 1979, pemakaian nama adityawarman ini mengingat kita akan kebesaran nama salah satu Raja Minangkabau yang berkuasa sekitar abad ke 14.

 

Setelah Otonomi daerah status Museum Adityawarman Tahun 2001 resmi dikelola Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat dibawah naungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Barat

 

  1. Koleksi

 

Koleksi yang dimiliki sampai tahun 2006 ini telah berjumlah 5.781 buah yang terdiri dari koleksi arkeologi, numismatika dan heraldika, keramologika, etnografika, seni rupa, teknologika, biologika, geologika, historika serta filologika.

 

  1.  c.        Jam Buka / Jadwal Kunjungan

 

Selasa – Minggu              : Pukul 08.00 – 16.00 Wib

Jum’at                              : Pukul 08.00 – 16.00 Wib

Istirahat Shalat Jum’at   : Pukul 11.30 – 14.00 Wib

Pukul 14.00 – 16.30 Wib

Senin                                : Khusus ruang pameran ( tutup )

 

 

 

  1. Karcis masuk

Dewasa               : Rp.2.000,- ( termasuk asuransi Rp.100)

Anak – anak      : Rp.1.000 ( termasuk asuransi Rp.50 )

Khusus untuk rombongan hanya membayar separuh dari jumlah rombongan

 

(Dinas Kebudayan & Pariwisata)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s