Kota PADANG


Image

Padang, ibukota propinsi Sumatra Barat, masih terdapat beberapa rumah dengan arsitektur tradisional. Salah satunya adalah Museum Padang yang merupakan objek kebudayaan dan sejarah. Pantai dari teluk Bungus dan pasirnya yang putih sangat cocok untuk berenang, berperahu, atau sekedar melihat-lihat perahu nelayan yang menangkap ikan di sore hari. Perahu-perahu kecil dapat disewa di sini untuk ke pulau-pulau kecil di sekitarnya : Sirandah, Sikoai, Panang, Parsumpahan.

ImagePadang, terletak di pesisir barat Pulau Sumatra, merupakan kota terbesar ketiga di Pulau Sumatra dengan populasi sejumlah 700.000 penduduk. Sebagai ibukota propinsi, hasil-hasil dari Sumatra Barat diekspor melalui Padang, di antaranya adalah arang, karet, kopi, rempah-rempah, tembakau, rotan, dan teh.

ImageKota Padang terletak di kaki dataran tinggi Minangkabau. Minangkabau merupakan satu dari dua suku etnik utama di Sumatra. Masyarakat Minangkabau memeluk agama Islam sejak berabad-abad yang lalu, dan mayoritas penduduknya hingga hari ini adalah Muslim. Namun, beberapa hukum adatnya lebih diprioritaskan dibandingkan dengan hukum Islam. Menurut legenda, orang Minang adalah keturunan dari Alexander Agung (Alexander The Great). Nenek moyang mereka tiba di Sumatra di bawah pimpinan Raja Maharjo Dirajo, putra bungsu Alexander, yang di Indonesia lebih dikenal dengan naman Iskandar Zulkarnain.

ImageMeskipun begitu, para antropolog berpendapat bahwa orang Minang kemungkinan datang dari semenanjung Malaka di antara tahun 1000 – 2000 SM, tapi tidak banyak sejarah dari daerah ini yang diketahui sebelum datangnya agama Islam pada abad ke-14 Masehi. Sumatra Barat kemungkinan berada di bawah pemerintahan kerajaan Melayu dari Jambi, di pesisir timur Sumatra, antara abad 11 sampai abad 14.

ImageDaerah ini kemudian terbagi-bagi menjadi kesultanan-kesultanan kecil. Maka itu Belanda tidak mendapatkan perlawanan yang menyatu ketika mereka tiba di sana pada abad 17; mereka membangun lokasi perdagangan di Padang sekitar tahun 1680. Ini tidak berubah hingga abad 19 ketika terjadi perang Padri (antara pergerakan Islam “Padri” dengan pengikut hukum adat Minangkabau). Dalam perang ini Belanda memihak para pemimpin tradisional di tahun 1821 ketika hampir seluruh dataran tinggi berada di bawah kendali Padri. Benteng de Kock di Bukittinggi menjadi basis utama orang Belanda dan di tahun 1837 mereka akhirnya mengalahkan Bonjol, yaitu kantor pusat pemimpin Padri, Imam Bonjol. Padang berada di bawah kendali Inggris selama perang Napoleon dari 1781 sampai 1819 ketika kemudian Belanda mengambil alih. Sepanjang Perang Dunia 2, Padang dikuasai oleh Jepang sebelum akhirnya Sumatra menjadi bagian dari Republik Indonesia..

Kini Padang adalah kota yang berkembang dengan bandara dan universitasnya sendiri. Nama ‘Padang’ itu sendiri berarti lapangan, dan kota Padang terletak di dataran pesisir antara Samudra Indonesiadan pegunungan Bukit Barisan. Di pusat kota dapat kita temukan bangunan-bangunan tradisional dan jalan-jalan yang lebar dan bersih; juga ada beberapa bangunan kolonial yang terawat dengan baik di sini. Beberapa bangunan memiliki atap berbentuk “tanduk kerbau”; kerbau adalah simbol dari kebudayaan Minangkabau.

ImagePelabuhan terletak di Teluk Bayur, sekitar 6 km dari pusat kota. Dari sini anda dapat bepergian dengan kapal atau perahu ke daerah-daerah lain di Sumatra, termasuk Kepulauan Nias yang menarik, yang terletak di utara kota Padang, dan Kepulauan Mentawai di arah barat kota Padang. Dari Teluk Bayur anda dapat berjalan ke desa nelayan Air Manis. Di ujung pantainya anda dapat melihat batu yang sangat terkenal, yaitu Malin Kundang. Malin Kundang adalah cerita legenda Minangkabau tentang seorang pria dengan perahunya yang dikutuk menjadi batu oleh ibunya karena ia menjadi anak durhaka setelah menjadi orang kaya. Selain pantai ini, banyak pula terdapat pantai yang indah lainnya di sebelah selatan kota Padang.

Makanan & Minuman
Di kota Padang terdapat banyak pilihan hotel dan restoran. Makanan Padang terkenal di seluruh Indonesia; hampir semuanya pedas dan sangat berbumbu. Cobalah untuk membiasakan diri dengan makanan Padang; cabai adalah salah satu bumbu terpenting di seluruh Indonesia. Dan setelah anda terbiasa, anda mungkin akan berpendapat bahwa makanan barat itu membosankan! Anda mungkin terkejut ketika memasuki restoran makanan Padang untuk pertama kalinya – restoran Padang adalah suatu bentuk restoran cepat saji. Sebelum anda sempat melihat daftar menu atau memesan apa pun, sudah langsung tersaji piring-piring lauk pauk di meja anda. Kemudian Anda bayar apa yang telah Anda makan, dan ingat, ketika makan anda sebaiknya menggunakan tangan kanan saja, dan tangan kiri sebaiknya tidak kelihatan.

Sekitar Padang
Image90 km dari Padang, di dataran tinggi, terletaklah kota Bukittinggi yang populer. Jalan menuju ke sana melewati pemandangan yang indah dengan hutan yang lebat dan persawahan. Di arah selatan dari kota Padang terdapat taman nasional yang luas; Kerinci-Seblat. Cagar ini luasnya sekitar 1,5 juta hektar, terdiri dari pegunungan sepanjang 345 km dan hutan tropis. Di sini anda bisa melihat gajah, beruang, macan tutul, badak bercula satu, harimau, dan spesies lainnya
Sumber : www.airasia.com

Iklan

One thought on “Kota PADANG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s