Nikmati Sensasi di Udara Ranah Minang dengan Paralayang


Terbang dari Puncak Lawang, lalu melayang-layang sekitar satu jam di atas Danau Maninjau, Sumatra Barat (Sumbar) sungguh nikmat. Menyaksikan keindahan danau seluas 9.950 hektare dari atas-bukan cuma memanfaatkan pandangan horizontal-memunculkan sensasi tersendiri. Danau vulkanik nan cantik itu benar-benar menyajikan petualangan yang penuh tantangan. “Tak terkira nikmatnya,” cetus Soerjomatarana dari Anten Wisata, Jakarta.

Gairah terbang dengan paralayang di Ranah Minang juga menjalari Susi – perempuan dari Padangpanjang Sumbar yang aktif di Anten Wisata. Asal tahu saja, ia merupakan satu-satunya utusan perempuan Indonesia yang ikut lomba paralayang di Thailand Desember 2003. Susi pulang membawa sebuah piala. “Saya bangga.”
Menurut Susi, Sumbar dapat menjadi tempat pelaksanaan paralayang terkemuka di Tanah Air, karena lokasinya yang strategis. “Ada Maninjau dan ada Singkarak,” kaanya. Tak hanya itu, paralayang juga telah dicoba dari puncak Gunung Merapi, di dekat Bukittinggi. Tapi, untuk sampai ke puncak gunung setinggi 2891 meter itu, bukanlah pekerjaan gampang. Namun jelaslah ini sebuah petualangan lengkap dua dimensi: naik gunung dan terbang di udara bebas.
Apa yang dikatakan Susi tadi memang ada benarnya. Sumbar tak cuma memiliki Maninjau. Masih ada Danau Singkarak yang lebih luas lagi, yaitu 13.011 hektare. Di danau ini juga, kegiatan wisata dan petualangan paralayang telah digiatkan oleh Bupati Solok, Gamawan Fauzi. Jangan heran bila saat ini paralayang telah menjadi petualangan favorit di daerah-daerah tujuan wisata di Ranah Minang.
Akhir Desember lalu, kegiatan menantang ini juga dilangsungkan di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan. Pada Mei nanti, acara serupa juga akan digelar kembali di Maninjau. Menurut Soerjomatarana, setiap ajang paralayang yang diadakan di Sumbar, sejumlah peserta dari luar negeri dipastikan hadir. Misalnya dari Jepang, Australia, Canada, India, Swedia, Filipina dan Amerika Serikat. Setiap peserta akan dikutip US$ 500 untuk biaya terbang, transportasi lokal, makan dan hotel. Karena alam Maninjau sangat menantang sebagai arena petualangan, maka Soerjomatarana yakin paralayang bisa berkembang baik.
Bupati Kabupaten Agam-Maninjau terletak di Agam-Aristo Munandar memberikan perhatian yang serius terhadap kegiatan ini. “Kita akan mengembangkan kegiatan wisata yang satu ini,” katanya. Hal senada juga dikemukakan oleh Bupati Solok Gamawan Fauzi, “Singkarak berpotensi besar untuk paralayang.” Di Pantai Cerocok, Painan, kegiatan melayang di udara juga diselenggarakan. Bedanya, di dua tempat pertama di atas danau, yang terakhir di kawasan pantai.
Kehadiran para penerbang paralayang tentu saja memberikan efek bagus bagi pundi-pundi daerah. Paling kentara, pemasukan uang dari sektor pariwisata. Wahyu Iramana Putra, dari Hotel Bumiminang kepada SH menyebutkan, petualangan paralayang sangat berpotensi untuk mengangkat wisata Sumbar. “Persoalannya kini, bagaimana kita bisa mengelolanya dengan baik.”
Menurut Wahyu, yang kini sangat berkembang adalah olahraga selancar di Mentawai. Peminatnya banyak dari luar negeri. “Alam Sumbar sangat menantang dan indah, kita saja yang tidak mengelolanya dengan baik.” Untuk paralayang misalnya, jika tidak datang Anten Wisata dari Jakarta, maka rasanya kegiatan itu belum akan terkelola dengan baik.
(SH/sri rahayu ningsih)
http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2004/0121/hob2.html

5 thoughts on “Nikmati Sensasi di Udara Ranah Minang dengan Paralayang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s